Heliosentris Vs Geosentris
Heliosentris merupakan teori yang mengemukakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta, bumi dan planet lain di tata surya ini berevolusi mengelilingi matahari. Sedangkan geosentris adalah teori yang mengemukakan bahwa pusat alam semesta adalah bumi, matahari dan seluruh benda langit lainnya berputar mengelilingi bumi.
Pada awalnya manusia primitif mengemukakan bahwa alam semesta ini berpusat pada bumi, bentuk bumi adalah datar dan langit ibarat kubah yang menutupinya.
Kemudian seiring berkembangnya ilmu pengetahuan munculah teori geosentris yang dikemukakan oleh Clodias Ptolomeus, teori ini pada hakekatnya berbeda dengan teorinya manusia primitif. Clodias Ptolomeus mengemukakan bahwa bumi itu bulat dan sebagai pusat alam semesta. Konon Claudias Ptolomeus hidup di Mesir, teorinya berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan Islam di Baghdad dan didukung oleh ulama Islam pada waktu itu.
Namun teori ini hanya bertahan beberapa abad saja, Galileo Galilelei mulai mengemukakan hasil experimentnya terhadap alam semesta. Menurutnya pusat tata surya ini adalah matahari, bumi beserta planet lain di tata surya berevolusi mengelilingi matahari. Tentu saja teori heliosentris ini amat bertentangan dengan pemahaman gereja Vatikan. Karena takut Galileo akan menyebarkan ajaran yang salah, gereja kemudian memburunya dan berusaha untuk membungkan mulutnya. Dan Galileo pun tak kenal putus asa dalam menyatakan kebenaran menurut versinya hingga ia harus meninggal karena dibunuh. Tetapi Galileo tidak sendirian pada waktu itu, banyak murid dan pendukungnya yang tetap berusaha menyebarkan kebenaran bahwa pusat tata surya adalah matahari. Dan akhirnya masyarakat dunia pun dapat menerima kebenaran ini.
Namun pada abad ke-21 ini mulai terjadi beberapa keganjalan yang dapat memperlemah teori heliosentris.
Diantaranya ditemukan bahwa matahari itu sebenarnya tidak diam, tapi juga berevolusi mengelilingi sesuatu di alam semesta ini. Dan para astronom pun mengatakan bahwa sesungguhnya matahari itu berputar mengelilingi pusat galaksi, yang kemudian dikenal dengan nama Black Hole (lubang hitam). Matahari berputar mengelilinginya dengan kecepatan yang luar biasa, tentu saja diikuti dengan benda-benda di tata sarya. Jadi benda-benda di tata surya tetap mengelilingi matahari. Seperti bulan yang tetap mengelilingi bumi dan mengikuti bumi mengelilingi matahari.
Tidak hanya matahari yang mengelilingi black hole, tetapi juga seluruh bintang yang berada di galaksi tersebut.
Mengapa dinamakan Black Hole?
Black Hole artinya lubang hitam, dinamakan lubang hitam karena cahaya yang telah masuk atau bahkan baru mendekatinya tidak bisa keluar lagi karena besarnya gaya gravitasi. Black hole berasal dari bintang yang telah mati dan kemudian mengecil beribu-ribu kali lipat. Kata para astronom matahari dapat menjadi Black Hole jika dimampatkan hingga menjadi sebesar bola pingpong.
Kaganjalan yang kedua yaitu foto bumi yang diambil dari satelit ruang angkasa tidak menunjukkan bahwa bumi itu berotasi. Ada yang menyanggah hal itu dapat terjadi karena satelit berputar bersama bumi. Namun disini guru saya memberikan sebuah analogi. Jika bumi ini benar-benar berotasi/ berputar, kita orang Indonesia yang ingin pergi ke Amerika seharusnya tidak perlu terbang jauh-jauh. Kita cukup naik ke ketinggian beberapa km di atas permukaan bumi , kemudian menunggu kapan kita akan berada di atas Amerika,, jika bumi itu benar-benar berputar. Tapi hal itu tidak akan pernah terjadi.
Keganjalan ketiga tentang air laut yang tetap, tidak tumpah ke ruang angkasa atau membanjiri daratan. Pada waktu SMP saya diberi kiasannya. Jika kita memutar ember berisi air secara vertikal dengan kecepatan yang luar biasa, maka air itu tidak akan tumpah, hal itu karena pengaruh gaya normal, sentripetal dan kecepatannya. Dan hal itu memang terbukti. Namun, kemudian saya berpikir tentang kecepatan bumi, bumi berotasi 360o dalam waktu 24 jam. Berarti bumi menempuh 150 dalam waktu 1 jam. Saya kira kecepatan kita dalam memutar ember jauh lebih cepat dari kecepatan bumi ketika berotasi.
Dan keganjalan terakhir adalah ayat-ayat Al-Qur’an tentang alam semesta.
1.Q.S Fathir:13
“ Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan......”
2.Q.S Yaa Siin: 38-40“dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bulan manzilah-manzilahnya, sehingga kembalilah ia sebaga bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan. Dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
3. Ar-Ra’du:2
“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu”
4. Al-Anbiya’: 33
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
5. Ibrahim:33
“Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.”
Dan tentunya masih banyak ayat yang lain. Jika kita cermati kelima ayat di atas dapat diketahui bahwa Allah menjelaskan peredaran matahari dan bulan. Tidak ada ayat yang menjelaskan tentang peredaran bumi. Agama Islam adalah agama yang menjunjung tinggi akal fikiran manusia, dan tentunya akan selalu sesuai dengan kebenaran ilmu pengetahuan.
Namun ilmu pengetahuan sekarang tampaknya belum berpihak pada agama Islam, dan sudah kewajiban kita untuk membuktikan bahwa yang dikatakan Al-Qur’an adalah kebenaran yang hakiki.
Mungkin banyak orang yang akan mengira kita gila, tak berakal dan amat bodoh. Tapi memang itulah fithrah manusia untuk selalu mengejek dan melecehkan hal yang tabu padahal sebenarnya itulah sebuah kebenaran pencipataan.
Seperti gereja yang memburu Galileo, semua orang tidak percaya padanya pada waktu itu, namun sekarang banyak orang telah mempercayainya. Contoh yang lain adalah saat tumbuh suburnya teori darwinisme, orang Islam yang berkata bahwa sesungguhnya manusia itu berasal dari Adam akan dilecehkan bahkan dianggap gila oleh mereka. Namun penelitian mereka sendirilah yang membuktikan runtuhnya teori evolusi Darwin. Nah, itulah kebenaran Al-Qur’an yang wajib kita yakini.
Yah, saya hanyalah seorang murid yang masih sangat kurang ilmu pengetahuan dan hanya berusaha untuk menghilangkan kebimbangan yang selama ini meranda hati. Oleh karena itu, pemberitahuan tentang kesalahan pemahaman saya dan pemberian ilmu para pembaca rakhimakumullah sangat saya harapkan.

